Bursa Eropa Selasa Berakhir Turun Terpicu Prospek Pelemahan Ekonomi Global

437
Paris - Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) Pasar saham Eropa ditutup lebih rendah pada Selasa berhati-hati atas prospek ekonomi global, terutama menyusul data terbaru dari China.

Indeks Stoxx 600 Eropa mengakhiri hari 0,6% lebih rendah, dengan sebagian besar sektor negatif. Mobil memimpin kerugian, turun 1,4%, sementara utilitas naik 0,7%.

Perusahaan kimia Jerman Lanxess memperpanjang kerugian sebelumnya hingga turun 15,4% setelah mengumumkan akan kehilangan perkiraan laba untuk tahun ini, menarik indeks DAX lebih rendah.

Indeks FTSE 100 berakhir turun -0,25%.
Indeks DAX ditutup merosot -0.55%.
Indeks CAC 40 berakhir turun -0,27%.

Investor akan memantau Inggris minggu ini, dengan data inflasi akan dirilis pada hari Rabu dan pengumuman kebijakan moneter pada hari Kamis. Kenaikan 25 basis poin secara luas diharapkan setelah Bank Sentral Eropa menaikkan dan Federal Reserve berhenti minggu lalu.

Pasar Asia-Pasifik diperdagangkan beragam pada Selasa karena investor mencerna keputusan bank sentral China untuk memangkas suku bunga pinjaman satu tahun dan lima tahun kurang dari yang diharapkan.

Saham A.S. jatuh, sementara itu, karena Wall Street berjuang untuk meneruskan momentum positif dari minggu lalu.

Saham pembuat plastik dan bahan kimia Jerman, Covestro melonjak sebanyak 15% dalam perdagangan sore karena desas-desus beredar tentang tawaran pengambilalihan oleh Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi, seperti dilansir Reuters.

Harga produsen Jerman naik 1% tahun ke tahun di bulan Mei, mencatat tingkat paling lambat sejak Januari 2021, menurut data statistik resmi.

Kenaikan tersebut mengikuti kenaikan tahunan 4,1% di bulan April. Harga di bulan Mei 1,4% lebih rendah dari bulan sebelumnya.

Inflasi harga grosir Inggris mencapai level terendah tahun ini sebesar 16,5% dalam empat minggu hingga 11 Juni, kata perusahaan riset Kantar pada hari Selasa, turun dari tingkat 17,2% yang diamati dalam empat minggu hingga 14 Mei.

Penjualan pengecer supermarket berdiskon Aldi naik ke rekor pangsa pasar baru 10,2% dalam 12 minggu hingga 11 Juni, dengan saingannya Lidl mengambil 7,7% pasar pada periode tersebut.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, bursa Eropa akan mencermati hasil penutupan bursa Wall Street dan pidato Ketua The Fed, yang jika memberikan sinyal hawkish bagi kenaikan suku bunga, akan dapat menekan bursa Eropa.