(Vibiznews – Index) – Pelemahan harga saham masih terus berlanjut di bursa Wall Street pada perdagangan yang berakhir Kamis dinihari (7/9) imbas lonjakan harga minyak dunia.
Lonjakan harga minyak dunia baru-baru ini menambah sentimen negatif di tengah kekhawatiran kenaikan harga minyak dapat membuat inflasi tetap tinggi.
Semua indeks Wall Street bertahan di zona merah dan jatuh pada penutupan terendah dalam lebih dari seminggu.
Nasdaq anjlok 1,1% menjadi 13.872,47, S&P 500 turun 0,7% menjadi 4.465,48 dan Dow Jones turun 0,6% menjadi 34.443,19.
Harga saham Wall Street mengalami penurunan lebih lanjut setelah data PMI sektor jasa dari ISM naik menjadi 54,5 pada Agustus dari 52,7 pada bulan Juli.
Data tersebut menambah kekhawatiran terkini mengenai prospek suku bunga, karena laporan tersebut juga menunjukkan percepatan laju pertumbuhan harga.
Selain itu dibebani juga laporan yang menunjukkan defisit perdagangan AS melebar di bulan Juli, meningkat menjadi $65,0 miliar pada Juli dari $63,7 miliar pada bulan Juni.
Secara sektoral, pelemahan dipimpin oleh saham-saham telekomunikasi yang mengakibatkan penurunan 1,9% pada NYSE Arca North American Telecom Index.
Pelemahan yang signifikan juga terlihat pada saham-saham maskapai penerbangan, sebagaimana tercermin dari penurunan NYSE Arca Airline Index sebesar 1,4%.
Saham-saham perbankan juga menunjukkan pergerakan ke bawah yang cukup besar, sehingga menyeret Indeks KBW Bank turun sebesar 1,4%.
Stok gas alam, tembakau dan baja juga mengalami pelemahan yang signifikan, sementara beberapa penguatan muncul pada saham-saham perumahan.



