(Vibiznews – Forex) Dolar AS bergerak datar di sesi Asia mencermati perkembangan di Timur Tengah dan menantikan serangkaian pidato pejabat bank sentral minggu ini termasuk Ketua Fed Powell untuk mengukur prospek kebijakan suku bunga berikutnya.
Terpantau indeks dolar AS naik tipis 0,06% pada 106,31.
Yen berada di dekat level kunci 150 per dolar, pada 149,54, membuat para pedagang tetap waspada terhadap tanda-tanda intervensi oleh otoritas Jepang.
Yen terakhir kali berada di level 149,62 per dolar, setelah merosot ke 150,17 pada 3 Oktober, yang merupakan level terlemah dalam satu tahun, sebelum mendapat dukungan dalam reli singkat.
Diplomat keuangan terkemuka Jepang Masato Kanda mengatakan yen masih dianggap sebagai aset safe haven seperti dolar dan franc Swiss
meskipun ada kelemahan baru-baru ini, dan mendapat manfaat dari permintaan akibat konflik di Timur Tengah.
Perhatian investor akan tertuju pada Ketua Fed Jerome Powell, yang akan menyampaikan pidatonya pada hari Kamis, di tengah minggu sibuknya pidato para kepala bank regional. Pejabat Fed akan memasuki periode blackout pada 21 Oktober sebelum pertemuan The Fed pada 31 Oktober hingga 1 November.
Presiden Federal Reserve Bank of Philadelphia Patrick Harker mengatakan pada hari Senin bahwa bank sentral tidak boleh menciptakan tekanan baru dalam perekonomian dengan meningkatkan suku bunga.
Dalam mata uang lainnya, Euro turun 0,09% pada $1,0550, sementara Poundsterling bergerak di $1,2199, turun 0,15%.
Dolar Australia naik 0,17% menjadi $0,635. Bank sentral Australia mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan baru-baru ini tetapi menilai tidak ada cukup informasi baru untuk membenarkan tindakan tersebut, berdasarkan risalah pertemuan kebijakan Reserve Bank of Australia pada 3 Oktober.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS akan bergerak hati-hati menantikan pidato dari para pejabat The Fed. Namun malam nanti jika data Retail Sales, Produksi Industri, Produksi Manufaktur AS bulan September terealisir turun, akan menekan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 106,05-105,83. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 106,57-106,83.



