(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis pagi ini (30/11) terpantau menguat 20,063 poin (0,29%) ke level 7.056,150 setelah dibuka naik ke level 7.051,462.
IHSG bergerak bangkit dari koreksi tipis kemarin mencapai posisi sekitar setahun terkuatnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed di antara bank sentral Korea mempertahankan suku bunganya, serta mengikuti Wall Street yang semalam ditutup variatif dan pergerakan terbatas.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,42% atau 64 poin ke level Rp 15.481, dengan dollar AS di pasar uang Asia mendatar setelah rebound perlahan di sesi global sebelumnya; berupaya bangkit dari 4 bulan terendahnya oleh data pertumbuhan GDP Amerika yang melebihi estimasi dan aksi profit taking investor.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.417, serta terpantau melemah dari level 2,5 bulan tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 15,375 poin (0,22%) ke level 7.051,462. Sedangkan indeks LQ45 naik 3,230 poin (0,35%) ke level 927,566. Pagi ini IHSG menguat 20,063 poin (0,29%) ke level 7.056,150. Sementara LQ45 terlihat naik 0,25% atau 2,332 poin ke level 926,668.
Tercatat saat ini sebanyak 211 saham naik, 230 saham turun dan 224 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street berakhir semalam dengan mixed dan pergerakan yang terbatas tidak terpengaruh kuatnya data GDP Amerika. Sedangkan, bursa regional pagi ini mixed melemah, di antaranya Nikkei yang terkoreksi 0,20%, dan Indeks Hang Seng yang turun 0,06%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dibuka dalam rebound kembali ke sekitar level tertinggi setahunnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini mixed setelah Wall Street semalam ditutup variatif dan pergerakan terbatas.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan tetap di zona hijau dalam uptrend-nya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.067 dan 7.090. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.896, dan bila tembus ke level 6.829.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



