(Vibiznews – Index) Indeks Kospi Korea Selatan ditutup meningkat untuk hari perdagangan ketiga berturut-turut pada hari Selasa terdukung meningkatnya harapan perlambatan inflasi AS dan potensi Federal Reserve untuk penurunan suku bunga tahun depan.
Indeks Kospi bertambah 9,91 poin, atau 0,39 persen, menjadi ditutup pada 2.535,27, memperpanjang kenaikan beruntunnya hingga hari ketiga.
Volume perdagangan rendah, yaitu 365 juta lembar saham senilai 7,49 triliun won (US$5,7 miliar), dengan saham yang mengalami kerugian melebihi saham yang mendapat keuntungan sebanyak 454 berbanding 409.
Pihak asing membeli saham senilai 74,6 miliar won, sementara individu melepas saham senilai 684,6 miliar won. Institusi-institusi memperoleh keuntungan bersih sebesar 594,1 miliar won.
Saham Seoul menguat di tengah optimisme perlambatan data inflasi AS, yang akan dirilis pada hari Selasa malam ini.
Saham-saham teknologi menguat, dengan saham unggulan Samsung Electronics naik 0,68 persen menjadi 73.500 won dan pembuat chip nomor dua SK hynix bertambah 1,63 persen menjadi 131.000 won.
Perusahaan keuangan juga ditutup lebih tinggi, dengan KB Financial naik 0,97 persen menjadi 52.100 won dan Shinhan Financial naik 1,5 persen menjadi 37.150 won.
Perusahaan farmasi juga ditutup bullish, dengan Samsung Biologics naik 0,14 persen menjadi 704.000 won dan Celltrion meningkat 3,21 persen menjadi 183.400 won.
Di sisi lain, sektor pertahanan melemah di tengah kekhawatiran bahwa Polandia mungkin membatalkan perjanjian senjata dengan Korea Selatan. Hanwha Aerospace ditutup tidak berubah pada 128.700 won, dengan Hyundai Rotem kehilangan 4,28 persen menjadi 26.850 won.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, bursa Korea Selatan akan mencermati hasil penutupan bursa Wall Street yang akan dipengaruhi rilis data inflasi AS bulan November yang jika terealisir turun akan menguatkan bursa Wall Street. Jika bursa Wall Street berakhir menguat, akan memberikan sentimen positif bagi bursa Korea Selatan.



