Indeks Kospi Kamis Ditutup Turun Tertekan Profit Taking; Saham Blue Chip Merosot

556
kospi

(Vibiznews -Index) Bursa saham Korea Selatan berakhir turun pada hari Kamis terpicu aksi profit taking menyusul kenaikan lima sesi berturut-turut dan jugamengikuti pelemahan bursa Wall Street.

Indeks Kospi turun 14,28 poin, atau 0,55 persen, menjadi ditutup pada 2.600,02.

Volume perdagangan tergolong moderat yaitu 569,4 juta lembar saham senilai 9,31 triliun won (US$7,14 miliar), dengan saham yang mengalami kerugian melampaui saham pemenang dengan perbandingan 616 berbanding 257.

Aksi profit taking terjadi setelah pada hari Rabu, indeks Kospi naik 1,78 persen menjadi ditutup pada 2,614.30, titik tertinggi sejak 15 September.

Bursa Wall Street berakhir melemah semalam, dengan Dow Jones Industrial Average tergelincir 1,27 persen dan Nasdaq Composite yang berbasis teknologi juga anjlok 1,50 persen.

Sebagian besar saham blue chip berakhir lebih rendah secara keseluruhan, dengan produsen mobil terkemuka Hyundai Motor merosot 0,20 persen menjadi 198.700 won dan produsen baterai terkemuka LG Energy Solution merosot 2,20 persen menjadi berakhir pada 423.000 won.

Produsen baja terkemuka POSCO Holdings anjlok 1,92 persen, dan perusahaan kimia terkemuka LG Chem turun 1,79 persen menjadi 495.000 won.

Saham-saham penyulingan juga terpukul, dengan pemimpin industri SK Innovation turun 1,22 persen menjadi 37.900 won.

HMM, perusahaan pengirim kontainer nomor satu di Korea Selatan, anjlok 11,63 persen menjadi 19.530 won menyusul lonjakan hampir 20 persen di sesi sebelumnya karena pengumuman rencana penjualannya ke Harim Group minggu ini.

Raksasa teknologi Samsung Electronics berhasil bertambah 0,27 persen menjadi berakhir pada 75.000 won, dan produsen mobil nomor dua Kia naik 0,42 persen menjadi 95.400 won. Pembuat suku cadang mobil Hyundai Mobis juga melonjak 0,66 persen menjadi 230.500 won.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, bursa Korea Selatan akan mencermati data GDP Growth Rate Q3 AS yang jika terealisir naik dan menguatkan bursa Wall Street, akan memberikan sentimen positif bagi bursa Korea Selatan.