Nikkei Awal 2024 Merugi Pasca Gempa Besar di Jepang

478

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Jepang setelah libur panjang mengakhiri hari perdagangan pertama tahun ini (4/1/2024) dengan kerugian.

Indeks harian Nikkei ditutup lebih rendah dari awal sesi yang merugikan, namun indeks Topix berhasil kuat setelah tertekan di area negatif awal sesi.

Nikkei terpukul kondisi bencana gempa besar di Jepang  dan ketidakpastian seputar kebijakan suku bunga Federal Reserve AS.

Dari laporan ekonomi juga membebani yaitu rilis data  PMI manufaktur Jepang  alami kontraksi  terbesar sejak bulan Februari 2023 di tengah penurunan produksi dan pesanan baru.

Selain itu diberitakan  Japan Airlines melaporkan kerugian operasional sebesar 15 miliar yen menyusul tabrakan pesawat JL516 dengan pesawat Penjaga Pantai 9201.

Indeks harian Nikkei ditutup turun 0,5% pada posisi 33,288.29, namun untuk indeks Topix naik 0,52% menjadi 2,378.

Demikian untuk indeks Nikkei berjangka bulan Maret 2024 bergerak negatif dengan penutupan yang anjlok 0,66% pada posisi 33230.

Pelemahan sektoral dipimpin oleh saham teknologi seperti saham  Tokyo Electron (-5%), SoftBank Group (-3.9%), Disco Corp (-3.9%), Lasertec (-5.3%) dan Advantest (-3.8%).

Saham kapital besar lainnya juga jatuh, termasuk Fast Retailing (-1.3%), Sony Group (-2.4%) dan Shin-Etsu CHemical (-3.2%).