(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa (16/1/2024) karena bangkitnya ketegangan di Timur Tengah serta Semenanjung Korea.
Indeks Kospi anjlok ke terendah dalam 5 pekan oleh aksi jual investor asing cukup besar hingga menekan 647 saham dari 939 saham yang diperdagangkan.
Serangan rudal terhadap kapal kargo milik AS Gibraltar Eagle di lepas pantai Yaman oleh pemberontak Houthi yang didukung Iran memberatkan sentimen bursa global.
Ketegangan geopolitik Korsel-Korut bangkit setelah pidato Kim Jong-un terbaru mendefinisikan Korea Selatan sebagai negara musuh nomor satu dan komitmen untuk bisa menguasai wilayah Korea Selatan.
Kospi juga dibebani oleh rilis data ekspor dan impor Korea Selatan alami penurunan secara tahunan pada Desember 2023, menurut data awal dari Bank of Korea pada hari Selasa.
Indeks Kospi ditutup turun 1,12% pada 2,497.59, dan indeks Kospi 200 berjangka ditutup anjlok 1,33% ke posisi 334.73.
Saham-saham berkapitalisasi besar banyak yang tertekan seperti Samsung Electronics turun 1,76%, SK hynix turun 1,49%, saham Hyundai Motor turun 0,69%.
Demikian saham raksasa baja POSCO Holdings dan produsen kimia terkemuka LG Chem masing-masing merosot 1,02% dan 1,48%.



