(Vibiznews – Index) Bursa saham Eropa ditutup tergelincir pada akhir pekan hari Jumat setelah terpicu profit taking yang menghentikan kenaikan sembilan hari berturut-turut di sesi sebelumnya.
Indeks Stoxx 600 Eropa ditutup 0,13% lebih rendah, dengan sebagian besar sektor diperdagangkan di wilayah negatif. Saham utilitas turun 0,9%, sementara sumber daya dasar bertambah 1,4%.
Indeks CAC 40 Perancis berakhir turun 0,26%, sedangkan FTSE 100 di Inggris dan DAX Jerman keduanya berakhir lebih rendah masing-masing turun 0,22% dan 0,18%.
Dari berita saham, Saham Richemont naik 5,3%, sedikit mengurangi kenaikan dari awal sesi, setelah perusahaan barang mewah Swiss tersebut mengatakan penjualan setahun penuh naik 3% ke level tertinggi sepanjang masa bahkan ketika penjualan kuartal keempat terseret lebih rendah oleh melemahnya permintaan di Asia-Pasifik.
Sementara itu, perusahaan teknologi Swedia Lagercrantz diperdagangkan pada rekor tertinggi pada hari Jumat, dengan saham terakhir naik 8,5% pada 11:01 waktu London setelah perusahaan tersebut membukukan hasil untuk kuartal fiskal keempat dan tahun fiskal penuh. Laba sebelum bunga dan pajak melonjak 14% dalam tiga bulan hingga akhir Maret 2024, dan naik 19% selama setahun penuh, kata perusahaan itu.
Sedangkan saham bahan makanan Belgia dan bahan kimia khusus Scompany Azelis Group anjlok dan terakhir turun 12,7%. Reuters melaporkan bahwa dua pemegang saham utama Azelis, EQT Partners dan PSP Investments, telah menjual lebih dari 10% saham beredar dengan harga diskon.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya di awal pekan, bursa saham Eropa akan mencermati pergerakan bursa Wall Street yang akan dipengaruhi pernyataan para pejabat Fed. Jika bursa Wall Street bergerak naik, akan memberikan dukungan bagi bursa Eropa.



