(Vibiznews – Index) – Perdagangan saham di AS alami tekanan jual aksi ambil untung pada perdagangan yang berakhir Kamis dinihari (29/8/2024) setelah sebelumnya capai rekor untuk Dow Jones.
Sentimen juga di bebani oleh anjloknya saham Nvidia cukup dalam jelang laporan kuartalannya hari ini yang menekan saham -saham teknologi di Nasdaq.
Semua indeks utama Wall Street berakhir di zona merah dengan Dow Jones mundur dari posisi rekor penutupan tertinggi dan Nasdaq paling banyak merugi.
Nasdaq merosot 1,1% menjadi 17.556,03, S&P 500 turun 0,6% menjadi 5.592,18 dan Dow Jones turun 0,4% menjadi 41.091,42.
Tekanan saham Wall Street juga mewaspadai rilis laporan data inflasi acuan Fed pada hari Jumat yang dilaporkan Departemen Perdagangan AS.
Meskipun data tersebut tidak mungkin memengaruhi optimisme bahwa Fed akan menurunkan suku bunga bulan depan, hal itu dapat memengaruhi ekspektasi seberapa cepat bank sentral memangkas suku bunga.
Secara sektoral, saham perangkat keras komputer memimpin pelemahan dengan NYSE Arca Computer Hardware Index anjlok 2,5%.
Sahal satunya saham Super Micro Computer dengan anjlok 19,1% setelah mengatakan akan menunda pengajuan Laporan Tahunan pada Formulir 10-K untuk tahun fiskal yang berakhir pada 30 Juni.
Pelemahan buruk berikutnya terlihat pada saham emas dengan NYSE Arca Gold Bugs Index anjlok 2,1%.
Dari sektor teknologi, saham semikonduktor juga tertekan dengan Philadelphia Semiconductor Index turun sebesar 1,8%.



