(Vibiznews – Index) – Bursa saham Amerika Serikat di Wall Street berhasil cetak gain yang cukup kuat meskipun sepanjang perdagangan terjadi volatilitas, semua indeks utama ditutup hijau pada Rabu dinihari (11/9/2024).
Indeks Nasdaq naik 0,8% menjadi 17.025,88 dan S&P 500 naik 0,5% menjadi 5.495,52, tetapi Dow Jones turun 0,2% menjadi 40.736,96.
Volatilitas yang cukup kuat di Wall Street terjadi karena kehati-hatian investor menantikan rilis data inflasi AS pada hari Rabu dan Kamis.
Laporan inflasi konsumen dan produsen tersebut diharapkan menunjukkan perlambatan dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu.
Data tersebut dapat memengaruhi prospek suku bunga menjelang pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve minggu depan. The Fed diharapkan untuk mulai menurunkan suku bunga minggu depan, tetapi ada beberapa perdebatan mengenai besarnya pemotongan suku bunga.
Secara sektoral, penguatan dipimpin oleh saham perangkat lunak dengan Dow Jones U.S. Software Index melonjak sebesar 1,9%. Salah satunya saham Oracle melonjak 11,4% setelah melaporkan kinerja keuangan lebih baik dari yang diharapkan.
Penguatan yang cukup besar juga terjadi pada saham network, sebagaimana tercermin dari lonjakan 1,9% pada NYSE Arca Networking Index.
Namun pergerakan sebaliknya terlihat pada saham energi karena anjloknya harga minyak mentah dan juga ada saham perbankan dengan KBW Bank Index turun 1,8%.



