(Vibiznews – Index) – Harga sebagian besar saham di bursa Wall Street terus menanjak pada perdagangan yang berakhir Rabu dinihari (14/5/2025), namun ditutup dengan indeks yang mixed.
Hanya S&P500 dan Nasdaq lanjutkan lonjakan sebelumnya hingga mencapai posisi tertinggi 2 bulan lebih, Dow Jones retreat dari posisi tertinggi 7 pekan.
Nasdaq dan S&P 500 juga berhasil memiliki kinerja yang positif di tahun 2025 setelah pernah anjlok 5% lebih secara YTD.
Nasdaq melonjak 1,6% menjadi 19.010,08, S&P 500 naik 0,7% menjadi 5.886,55 dan Dow Jones turun 0,6% pada 42.140,43.
Penguatan lanjutan di Wall Street ditopang oleh rilis data inflasi AS bulan April naik lebih lambat dari yang diharapkan, sehingga meredakan kekhawatiran dampak dari penetapan tarif timbal balik Presiden Donald Trump pada mitra dagang AS.
Lihat:
Sementara itu anjloknya mayoritas saham Dow Jones dipicu oleh penurunan tajam saham UnitedHealth yang anjlok hingga 17,85. Anjloknya saham UnitedHealth terjadi setelah perusahaan itu menangguhkan panduan setahun penuhnya dan mengumumkan Andrew Witty mengundurkan diri sebagai CEO karena alasan pribadi.
Secara sektoral, saham perangkat keras komputer dan semikonduktor memimpin penguatan dengan memperpanjang lonjakan sebelumnya.
Penguatan yang cukup besar juga terlihat pada saham maskapai penerbangan dengan NYSE Arca Airline Index melonjak 2,9.
Pergerakan sebaliknya terlihat pada saham perawatan kesehatan, bioteknologi, dan farmasi yang alami penurunan cukup signifikan.


