(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS naik ke level tertinggi 1 minggu pada akhir tahun 2025 dan ditutup naik terdukung kenaikan imbal hasil Treasury AS dan pelemahan pasar saham.
Indeks dolar AS berakhir turun 0,09% pada 98,32.
Dolar menguat pada hari Rabu, 31 Desember 2025 terdukung imbal hasil Treasury AS naik setelah klaim pengangguran mingguan AS secara tak terduga turun ke level terendah 1 bulan, faktor hawkish untuk kebijakan Fed.
Demikian juga pelemahan saham pada hari Rabu meningkatkan permintaan likuiditas untuk dolar.
Klaim pengangguran awal mingguan AS secara tak terduga turun -16.000 ke level terendah 1 bulan di 199.000, menunjukkan pasar tenaga kerja yang lebih kuat daripada ekspektasi peningkatan menjadi 218.000.
Pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar -25 basis poin (bp) pada pertemuan FOMC berikutnya pada 27-28 Januari hanya sebesar 15%.
Dolar mengalami pelemahan mendasar dengan proyeksi The Fed akan memangkas suku bunga sekitar -50 bp pada tahun 2026, sementara Bank Sentral Jepang (BOJ) diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar +25 bp lagi pada tahun 2026, dan Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada tahun 2026.
Malam nanti akan dirilis data S&P Global Manufacturing PMI Final Desember.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun terpicu profit taking setelah bergerak naik di akhir tahun. Juga jika malam nanti data S&P Global Manufacturing PMI Final Desember AS terealisir menurun, akan menekan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 98,16-98,01. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 98,48-98,65.



