Saham Berjangka Wall Street Setelah Libur Tertekan Tarif Trump Baru Untuk Eropa

154

(Vibiznews – Index) – Bursa saham berjangka Amerika Serikat terpantau melemah pada perdagangan hari Selasa (20/1/2026) seiring dibukanya kembali Wall Street setelah libur awal pekan.

Terpantau indeks Wall Street berjangka turun cukup signifikan seperti Dow Jones turun 0,78%, S&P500 turun 0,87% dan Nasdaq sedang turun 1,12%.

Pergerakan harga saham berjangka tertekan oleh ancaman Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif baru pada negara-negara Eropa yang menentang proposalnya untuk membeli Greenland.

Trump memperingatkan bahwa delapan anggota NATO, yaitu Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, Jerman, Inggris, Prancis, dan Belanda, dapat menghadapi tarif 10% mulai 1 Februari, meningkat menjadi 25% pada 1 Juni kecuali kesepakatan untuk Greenland tercapai.

Para pemimpin Eropa menolak pernyataan tersebut dan  mempertimbangkan opsi mereka untuk kemungkinan pembalasan. Terpantau pada penutupan bursa Eropa, saham perusahaan otomotif dan barang mewah Eropa turun pada awal pekan, sementara beberapa saham perusahaan pertahanan naik.

Untuk sentimen selanjutnya di bursa Wall Street Di AS, perhatian minggu ini beralih ke musim pendapatan kuartal keempat perusahaan-perusahaan seperti Netflix, Charles Schwab, Johnson & Johnson, Intel, dan Visa.