(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Rabu siang ini (21/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, mengurangi loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia rebound teknikal setelah melemah 2 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini ini melemah 0,08% atau 13 poin ke level Rp 16.958 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.945. Rupiah bearish di sekitar area rekor terendahnya menjelang pengumuman BI Rate.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 16.972 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp16.976, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 16.958.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia rebound teknikal setelah melemah 2 hari di sesi global sebelumnya; berupaya merangkak dari sekitar 2 minggu terendahnya ditekan aksi jual dollar oleh naiknya permintaan safe haven assets di tengah tensi geopolitik terkait Greenland.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini naik ke 98,59, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 98,55.
Sementara itu, IHSG Rabu di akhir sesi pertama terkoreksi signifikan 113,211 poin (1,24%) ke level 9.021,489, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya bias melemah di tengah harga emas dunia yang melejit rekor dengan pasar mencermati tensi dagang AS – Eropa terkait isyu Greenland, serta mengikuti Wall Street yang semalam berakhir terkoreksi signfikan.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp16.976 – Rp16.855.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



