(Vibiznews-Forex) – Posisi yen dalam pair USDJPY bergerak lebih kuat pada perdagangan forex sesi Eropa hari Rabu (21/1/2026) di tengah pergerakan dolar AS yang lemah terhadap beberapa rival utamanya.
Yen Jepang alami penguatan oleh fokus pasar pada pertemuan kebijakan BOJ yang berakhir hari Jumat dan diperkirakan tidak akan mengubah keputusan suku bunganya, di tengah kekhawatiran fiskal negeri tersebut.
Sementara itu ekspektasi bahwa otoritas Jepang akan melakukan intervensi untuk melawan pelemahan lebih lanjut pada mata uang domestik menjadi pendorong tambahan bagi yen.
Selain itu, prospek pengetatan kebijakan lebih lanjut oleh Bank Sentral Jepang (BoJ) dan sentimen penghindaran risiko yang dominan mendukung yen sebagai aset safe-haven.
Sebelumnya posisi yen tertekan oleh penurunan tajam obligasi pemerintah Jepang (JGB) minggu ini, yang dipicu oleh kekhawatiran tentang kesehatan fiskal Jepang di tengah kebijakan ekspansif Perdana Menteri Sanae Takaichi.
Secara teknikal pair USDJPY bergerak lemah masuki area supportnya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair akan menembus ke posisi support kuatnya.
Pair kini berada di posisi 157,80 yang mencoba turun menuju 157,50, jika tembus lanjut ke support lemahnya di S2.
Namun jika pair tidak sampai menembus 157.70, berpotensi balik mendaki ke posisi 158.05, jika tembus lanjut ke resisten kuat di posisi 158,64.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 159.78 | 159.18 | 158.64 | 158.05 | 157.50 | 156.91 | 156.37 |



