Saham Wall Street Melonjak Tinggi Merespon Pernyataan Trump Terkait Greenland

130

(vibiznews – Index) – Pergerakan harga saham di bursa Wall Street bangkit dari tekanan awal pekan pada perdagangan yang berakhir Kamis dinihari (22/1/2026) setelah melewati volatilitas yang cukup besar.

Dow Jones melonjak  1,2% menjadi 49.077,23, Nasdaq naik 1,2% menjadi 23.224,82 dan S&P 500 melonjak 1,2% menjadi 6.875,62.

Volatilitas di Wall Street terjadi merespon pernyataan terbaru Presiden Donald Trump tentang upayanya untuk menguasai Greenland dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, di mana ia menolak penggunaan kekuatan militer untuk menguasai Greenland.

Namun minat beli saham menurun di tengah kekhawatiran yang masih ada tentang perdagangan antara AS dan Eropa karena perselisihan tersebut.

Minat beli saham Wall Street bertambah jelang penutupan setelah Trump mengatakan dalam sebuah unggahan di Truth Social bahwa kerangka kesepakatan tentang Greenland telah dibentuk selama pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.

Berdasarkan pemahaman ini, Trump mengatakan dia tidak akan melanjutkan tarif yang diancamnya akan dikenakan pada beberapa negara Eropa jika mereka menentang upayanya untuk membeli wilayah Denmark tersebut.

Secara sektoral, saham jasa perminyakan mencatatkan kinerja terbaik  di tengah kenaikan harga minyak mentah dengan Philadelphia Oil Service Index melonjak 4,8%.

Penguatan yang signifikan juga terlihat di antara saham perangkat keras komputer dengan NYSE Arca Computer Hardware Index melonjak 4,4%.

Saham-saham bioteknologi juga menunjukkan pergerakan kuat hingga mendorong NYSE Arca Biotechnology naik sebesar 3,6%.

Pergerakan sebaliknya terlihat pada saham-saham perangkat lunak dan emas yang terkoreksi dari kekuatan sebelumnya.