Dolar AS Senin 26 Januari 2026 Merosot Tertekan Penguatan Yen

118

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS pada hari Senin bergerak merosot untuk sesi ketiga berturut-turut ke level terlemahnya dalam empat bulan tertekan penguatan Yen karena kekhawatiran akan intervensi mata uang bersama oleh AS dan Jepang.

Indeks dolar AS bergerak merosot 0,42% pada 97,18.

Federal Reserve New York melakukan pemeriksaan suku bunga pada pasangan dolar/yen sekitar tengah hari pada hari Jumat, menurut laporan Reuters, sebuah langkah yang dapat menandakan bahwa otoritas moneter AS dan Jepang mungkin bersiap untuk bertindak setelah berminggu-minggu dolar menguat terhadap yen.

Dolar AS juga tertekan oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Presiden Donald Trump mungkin akan segera mengganti Ketua Fed Jerome Powell dengan kandidat yang lebih lunak.
Dolar AS juga tertekan kekhawatiran perdagangan. Presiden Trumpmemperingatkan akan memberlakukan tarif 100% pada Kanada jika mencapai kesepakatan perdagangan dengan China.

Malam ini akan dirilis data Durable Goods Orders November AS yang diindikasikan meningkat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun dengan penguatan Yen akibat kekhawatiran intervensi bersama AS dan Jepang untuk mengatsi pelemahan Yen terhadap dolar AS. Namun jika data Durable Goods Orders November AS terealisir meningkat, akan menguatkan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 96,97-96,76. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 97,36-97,54.