(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD melaju ke posisi tertinggi sejak awal Juli 2025 pada perdagangan forex sesi Eropa hari Selasa (27/1/2026) oleh pelemahan dolar AS dan tanda-tanda inflasi Inggris meningkat.
Data dari British Retail Consortium (BRC) menunjukkan harga toko naik 1,5% tahun-ke-tahun pada bulan Januari, kenaikan paling tajam sejak Februari 2024 dan jauh di atas ekspektasi pasar sebesar 0,7%.
Data tersebut menghidupkan kembali kekhawatiran atas tekanan harga yang terus-menerus dan berpotensi membatasi ruang lingkup Bank of England untuk memangkas suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
Sementara itu sentimen pasar tetap waspada karena Presiden AS Donald Trump mengancam tarif yang lebih tinggi pada barang-barang Korea Selatan, menyusul peringatan serupa kepada Kanada dan Eropa.
Secara teknikal, pair berusaha mendekati posisi resisten kuat dan analyst Vibiz Research Center memperkirakan laju pair ke kisaran resisten lanjutan.
Kini pair berada di posisi 1.3698 yang naik menuju 1.3711, jika tembus lanjut ke resisten lemahnya di R2.
Namun jika tidak sampai tembus ke 1.3725 akan berbalik arah dan berusaha turun menuju 1.3662. Dan jika tembus akan lanjut turun menuju support kuat di 1.642.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3782 | 1,3747 | 1,3711 | 1.3677 | 1.3642 | 1.3606 | 1.3572 |



