Dolar AS Rabu 28 Januari 2026 Turun Menjelang Keputusan Suku Bunga Fed

90

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS bergerak lemah pada hari Rabu di sesi perdagangan Asia, setelah merosot untuk sesi keempat berturut-turut ke level terlemahnya sejak Februari 2022, terpicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan tidak khawatir tentang penurunan mata uang baru-baru ini.

Indeks dolar AS bergerak turun 0,19% pada 96,23.

Pernyataan Trump tersebut memperkuat persepsi pasar bahwa pemerintah merasa nyaman dengan dolar yang lebih lemah karena membuat ekspor lebih kompetitif.

Dolar AS juga tertekan oleh kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve.

Sementara itu, Federal Reserve secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari itu, dengan pasar fokus pada panduan mengenai waktu pemotongan suku bunga berikutnya di tengah ekspektasi dua pengurangan seperempat poin sebelum akhir tahun.

Dinihari nanti akan dirilis keputusan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah. Namun pasar akan mencermati pernyataan ketua Fed setelah keputusan suku bunga tersebut, apakah akan mensinyalkan penurunan suku bunga selanjutnya atau tidak.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun dengan sentimen bearish kekhawatiran intervensi bersama AS dan Jepang untuk mengatasi pelemahan Yen. Namun jika The Fed mempertahankan suku bunga dan The Fed memberikan sinyal hawkish bagi kebijakan suku bunga, akan menguatkan doar AS. Indeks dolar AS diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 95,15-94,48. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 96,88-97,94.