(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro bergerak turun pada hari Rabu di sesi perdagangan Asia setelah pernyataan Gubernur ECB untuk potensi menurunkan suku bunga ECB.
Pasangan mata uang EUR/USD bergerak turun 0,33% pada 1.2002.
Gubernur Bank Sentral Eropa, Martin Kocher, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Financial Times pada hari Rabu bahwa Bank Sentral Eropa mungkin perlu mempertimbangkan penurunan suku bunga lagi jika penguatan euro lebih lanjut mulai menekan inflasi.
Kocher, anggota dewan pengatur ECB, mengatakan penguatan mata uang tunggal terhadap dolar baru-baru ini moderat dan saat ini tidak memerlukan respons kebijakan.
Namun Kocher memperingatkan bahwa kenaikan yang berkelanjutan dapat menekan harga impor dan memengaruhi prospek inflasi ECB.
Euro naik ke level tertinggi lebih dari empat tahun di angka $1,199 pada hari Selasa, memperpanjang kenaikan karena dolar melemah di tengah kekhawatiran investor atas risiko kebijakan AS dan ketegangan geopolitik.
Sore nanti akan dirilis data GfK Consumer Confidence Februari Jerman yang diindikasikan negatif.
Juga akan ada pernyataan pejabat ECB Elderson.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat tertekan dengan pernyataan dovish Gubernur ECB untuk menurunkan suku bunga jika Euro terus meningkat. Juga akan mencermati pergerakan dolar AS yang jika berlanjut lemah, akan menguatkan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1902-1.1761. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.2132-1.2221.



