(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD membalikkan pelemahan sebelumnya mendekati posisi tertinggi sejak September 2021 pada perdagangan forex sesi Eropa hari Kamis (298/1/2026) di tengah pelemahan dolar AS.
Penguatan Poundsterling mengambil posisi pelemahan dolar AS yang terbebani kuatnya komoditas safe haven seperti emas yang dipicu oleh risiko geopolitik dan perdagangan, ketidakpastian kebijakan di Washington.
Sementara itu, Federal Reserve mempertahankan suku bunga tidak berubah seperti yang diharapkan, dengan Ketua Jerome Powell memberi sinyal bahwa bank sentral kemungkinan akan tetap mempertahankan suku bunga untuk beberapa waktu.
The Fed mencatat bahwa aktivitas ekonomi terus berkembang dengan kecepatan yang solid, pengangguran menunjukkan tanda-tanda stabilisasi, dan inflasi tetap agak tinggi.
Lihat: The Fed Pertahankan Suku Bunga; Pertumbuhan Ekonomi AS Solid, Tingkat Pengangguran Stabil
Laju poundsterling sebelumnya yang mencapai posisi tertinggi dalam 4,5 tahun diperkuat oleh rilis data inflasi Inggris dari BRC yang menimbulkan kekhawatiran tentang inflasi yang terus-menerus dan berpotensi membatasi ruang lingkup Bank of England untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Secara teknikal, pair tertekan mendekati posisi support kuat dan analyst Vibiz Research Center memperkirakan laju pair berbalik arah ke kisaran resisten.
Kini pair berada di posisi 1.3847 yang berusaha naik menuju 1.3852, jika tembus lanjut ke resisten lemahnya di R2.
Namun jika tidak sampai tembus R1 akan berbalik arah dan turun menuju 1.3785. Dan jika tembus akan lanjut turun menuju support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3956 | 1,3902 | 1,3852 | 1.3800 | 1.3755 | 1.3704 | 1.3653 |



