(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY semakin tertekan setelah sesi Asia terpukul oleh rilis data inflasi Tokyo pada perdagangan forex sesi Eropa hari Jumat (30/1/2026).
Yen Jepang menjauh dari kisaran tertinggi 2 bulan setelah data CPI Tokyo yang dirilis lebih lemah, sehingga meredam harapan kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) dalam waktu dekat.
Masalah kesehatan fiskal juga membebani yen, kekhawatiran tentang kesehatan keuangan Jepang di tengah kebijakan reflasi Perdana Menteri Sanae Takaichi.
Dari sisi dolar AS, bergerak naik meninggalkan posisi terendah 4 tahun setelah Trump diperkirakan akan mengumumkan malam ini Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve yang baru.
Secara teknikal pair USDJPY bergerak bullish meembus 2 posisi resisten dan menurut analyst Vibiz Research Center pair akan melanjutkan ke posisi resisten berikutnya.
Pair kini berada di posisi 154,38 yang mendaki ke posisi 153.55, jika tembus lanjut ke resisten lanjutan di posisi 154.86.
Namun jika pair tidak sampai menembus 154.45, berpotensi balik turun menuju 152,83, jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 154.55 | 153.95 | 153.51 | 153.09 | 152.66 | 152.23 | 151.80 |



