(Vibiznews – Forex) – Posisi dolar AS terkoreksi dari penguatan tajam selama 2 hari berturut pada perdagangan forex sesi Asia hari Selasa (3/2/2026) secara indeks dan juga melemah terhadap semua rival utamanya.
Dolar AS pada perdagangan awal pekan mendaki cukup signifikan didukung oleh data ekonomi AS yang kuat dan pergeseran ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve.
Data ekonomi hari Senin menunjukkan ekspansi yang mengejutkan dalam aktivitas pabrik AS dalam data PMI Manufaktur ISM, menandakan kekuatan ekonomi dan keuntungan perusahaan.
Sentimen data PMI manufaktur tersebut juga memicu imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun bertahan di sekitar 4,27%.
Kenaikan dolar baru-baru ini dimulai pada hari Jumat setelah Presiden Donald Trump menominasikan Kevin Warsh untuk menggantikan Gubernur Fed Jerome Powell, dengan pasar memandang Warsh sebagai pilihan yang relatif hawkish yang mungkin mendukung suku bunga yang lebih rendah tetapi kurang agresif daripada kandidat lain.
Sementara itu diberitakan Trump mengumumkan kesepakatan perdagangan dengan India yang memangkas tarif di kedua sisi sebagai imbalan atas penghentian pembelian minyak Rusia oleh New Delhi.
Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap semua rival utamanya kini berada di posisi 97,52 setelah sempat berada di posisi 97,55.
Terhadap rival utamanya, dolar AS anjlok ke posisi terendah dalam 6 bulan terhadap poundsterling, euro dan yen Jepang, terhadap aussie dolar hanya tertekan ke terendah dalam 2 pekan.



