(Vibiznews-Forex) – Posisi aussie dolar dalam pair AUDUSD berbalik dari posisi terendah 2 pekan pada akhir perdagangan forex pada sesi Asia hari Jumat (6/2/2026) sekalipun sentimen perdagangan aset risiko sedang lemah.
Dolar Australia yang terkait dengan komoditas, yang sering digunakan sebagai proksi likuid untuk aset risiko global, berada di bawah tekanan setelah penurunan tajam ekuitas yang dipimpin oleh sektor teknologi karena kekhawatiran atas pengeluaran AI yang besar.
Harga komoditas logam di pasar Asia mulai bangkit lagi setelah selama 2 hari berturut tertekan aksi ambil untung. Terpantau harga perak naik 2% lebih dan emas naik 0,90%. Demikian harga minyak mentah terpantau rebound ke atas kisaran $63 per barel.
Kemudian pergerakan koreksi dolar AS memberikan pijakan bagi pair AUDUSD yang menerima keuntungan besar dari keputusan Reserve Bank of Australia menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,85% dan memberi sinyal bahwa mereka dapat memperketat lebih lanjut jika inflasi terbukti terus berlanjut.
Gubernur RBA Michele Bullock menegaskan kembali bahwa kebijakan pembatasan tetap diperlukan untuk mendinginkan permintaan dan mengurangi tekanan harga. Karenanya pasar memperkirakan suku bunga hingga akhir tahun berpotensi 4,35%.
Secara teknikal pair mendaki dekati area resisten dan menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD berpotensi menembus posisi resistennya.
Kini pair berada di 0.6942 yang naik ke posisi 0.6950 dan jika tembus akan berlanjut mendaki ke posisi resisten kuatnya di R1.
Namun jika tidak tembus 0.6960, pair berusaha turun ke posisi terendah 0.6895, dan jika tembus akan meluncur ke support lemahnya di S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7066 | 0,7035 | 0,6980 | 0,6950 | 0,6896 | 0,6867 | 0,6812 |



