Forex GBPUSD 10 Februari 2026: Masalah Politik Inggris Membebani Poundsterling

121

(Vibiznews-Forex) – Laju poundsterling dalam pair GBPUSD tertahan masuki  perdagangan forex sesi Eropa hari Selasa (10/2/2026) dengan bergerak bearish di tengah posisi dolar AS melemah terhadap banyak rival utamanya.

Poundsterling melemah di tengah risiko politik di Inggris dan meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga Bank of England (BoE) dalam waktu dekat.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menghadapi tantangan besar terhadap kepemimpinannya karena pemimpin Partai Buruh Skotlandia Anas Sarwar menyerukan agar dia mengundurkan diri karena dampak dari skandal Jeffrey Epstein.

Namun Starmer terus berjuang untuk memperkuat posisinya, dengan mengatakan bahwa  ia tidak siap untuk meninggalkan mandat dan tanggung jawabnya kepada negara  setelah berjuang begitu keras untuk kesempatan mengubah negara Inggirs.

Bank of England (BoE) sangat dekat untuk memangkas suku bunga lagi setelah perkiraan baru menunjukkan inflasi mereda di bawah target 2% paling cepat pada bulan April. Pasar memperkirakan untuk penurunan suku bunga BoE berpotensi paling cepat pada bulan Maret.

Secara teknikal, pair yang mendekati  posisi resisten kuat terkoreksi menuju area support dan analyst Vibiz Research Center memperkirakan akan berbalik lebih tinggi.

Kini pair berada di posisi 1.3671 yang turun menuju posisi  1.3618. Dan jika tembus akan lanjut turun menuju support kuatnya di S1.

Namun jika tidak sampai tembus 1.3658 akan berbalik arah dan berusaha naik menuju  1.3696, jika tembus lanjut  ke resisten kuatnya  di R1.

R3 R2 R1 Pivot S1 S2 S3
1,3848 1,3775 1,3732 1.3658 1.3618 1.3545 1.3503