(Vibiznews – Index) – Pergerakan harga saham Wall Street fluktuatif merespon rilis data ketenagakerjaan AS pada perdagangan yang berakhir Kamis dinihari (12/2/2026), dengan Dow Jones mundur dari posisi rekor tertingginya.
Dow Jones dan Nasdaq berakhir negatif, sedangkan S&P500 ditutup flat meresponi rilis data NFP AS bulan Januari yang menunjukkan lonjakan dalam lapangan kerja dan turunnya data tingkat pengangguran.
Lihat: Lapangan Kerja di Amerika Serikat Bertambah, NFP Januari Tertinggi dalam 13 Bulan
Dow Jones turun 0,13 persen menjadi 50.1212,40, Nasdaq turun 0,16 menjadi 23.066,47 dan S&P 500 turun 0,01 menjadi 6.941,47.
Harga saham sempat bergerak kuat setelah dilaporkan peningkatan lapangan kerja di AS jauh lebih besar dari yang diperkirakan pada bulan Januari.
Namun, laporan tersebut juga menunjukkan penurunan yang signifikan terhadap pertumbuhan lapangan kerja sepanjang tahun 2025, hanya naik 181.000 pekerjaan dari 584.000 pekerjaan tahun sebelumnya.
Selain itu pertumbuhan lapangan kerja yang lebih kuat dari perkiraan telah mengurangi kemungkinan penurunan suku bunga dalam waktu dekat oleh Federal Reserve, sehingga membatasi penguatan awal.
Secara sektoral, saham-saham energi bergerak naik tajam seiring dengan harga minyak mentah dengan Philadelphia Oil Service Index and the NYSE Arca Oil Index melonjak masing-masing sebesar 3,1% dan 2,8%.
Kenaikan harga emas yang signifikan juga berkontribusi pada penguatan saham-saham emas dengan NYSE Arca Gold Bugs Index melonjak 2,6%.
Namun pergerakan sebaliknya terlihat pada saham-saham maskapai penerbangan, perangkat lunak, dan perusahaan pialang yang berakhir negatif.



