(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Hong Kong menghentikan kenaikan dari tiga sesi sebelumnya pada perdagangan hari Kamis (12/2/2026) meski ada janji PM Tiongkok yang optimis.
Sentimen melemah menjelang libur Tahun Baru Imlek yang diperpanjang di Tiongkok mulai 15 Februari, dimana seruan Perdana Menteri Li Qiang untuk inovasi teknologi yang lebih besar dan adopsi AI gagal mengangkat pasar.
Namun pelemahan Hang Seng dibatasi oleh rebound pada futures AS, didukung oleh tren tenaga kerja yang stabil dan optimisme bahwa data inflasi dapat memperkuat jeda suku bunga jangka pendek The Fed.
Di Tiongkok, PBoC berjanji untuk memangkas biaya kewajiban bank, menjaga pembiayaan tetap murah, dan mencegah risiko sistemik, sambil menegaskan kembali dukungan untuk mendorong permintaan domestik.
Indeks Hang Seng ditutup turun 0,9% dan ditutup pada 27.032, demikian indeks saham Cina Enterprise (HSCE) turun 1%% menjadi 9.175,18.
Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Februari 2026 bergerak negatif dengan berakhir turun 0,88% menjadi 26986.
Saham-saham yang membebani Hang Seng seperti Lenovo turun 4,6% karena laba yang lebih lemah, sementara NetEase merosot 4,1% setelah kinerja kuartal keempat yang meleset.
Saham Alibaba Hong Kong turun 0,9% meskipun ada upaya untuk memposisikan ulang produk AI andalannya sebagai agen yang berinteraksi langsung dengan konsumen.



