(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir turun tipis pada akhir pekan hari Jumat terbebani pelemahan imbal hasil obligasi Jerman.
Pasangan mata uang EUR/USD berakhir turun 0,02% pada $1.1869.
Mata uang Euro sedikit melemah pada hari Jumat setelah imbal hasil obligasi pemerintah Jerman 10 tahun turun ke level terendah 2,25 bulan di 2,737%, yang melemahkan perbedaan suku bunga euro dan menekan euro.
Namun kerugian Euro terbatas setelah indeks harga grosir Jerman Januari mencatatkan kenaikan terbesar dalam setahun, faktor hawkish untuk kebijakan ECB.
Indeks harga grosir Jerman Januari naik +0,9% m/m, kenaikan terbesar dalam setahun.
Swap memperkirakan peluang 5% penurunan suku bunga sebesar -25 basis poin oleh ECB pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 19 Maret.
Sore nanti akan dirilis data Produksi Industri Desember Zona Euro yang diindikasikan menurun.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika berlanjut menguat, akan menekan Euro. Juga jika data Produksi Industri Desember Zona Euro terealisir turun, akan menekan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1849-1.1830. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1886-1.1904.



