(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY retreat dari posisi tertinggi 2 pekan lebih pada awal perdagangan forex sesi Eropa hari Senin (16/2/2026) merespon rilis data PDB Jepang yang mengecewakan.
Yen Jepang memangkas kenaikan minggu lalu setelah pertumbuhan kuartal keempat 2025 Jepang jauh di bawah ekspektasi. Ekonomi tumbuh 0,1% QoQ pada kuartal keempat, pulih dari kontraksi 0,7% pada kuartal ketiga tetapi meleset dari perkiraan peningkatan 0,4%.
Data belanja konsumen yang merupakan komponen terbesar PDB, hanya naik 0,1%, menyoroti permintaan domestik yang lesu karena terus bergulat dengan inflasi yang tinggi.
Perdana Menteri Sanae Takaichi juga baru-baru ini menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung pertumbuhan melalui langkah-langkah fiskal proaktif setelah kemenangan telaknya dalam pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat pada 8 Februari.
Sementara itu, yen telah menguat hampir 3% minggu lalu,merupakan kekuatan mingguan terbesarnya sejak November 2024, karena ekspektasi bahwa rencana ekspansi fiskal Takaichi dapat meningkatkan pertumbuhan tanpa memberikan tekanan yang berlebihan pada keuangan publik.
Ekspektasi pada kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Bank Sentral Jepang dan kekhawatiran atas kemungkinan intervensi mata uang juga memberikan dukungan kepada yen.
Secara teknikal pair USDJPY rebound masuki posisi resisten dan menurut analyst Vibiz Research Center pair bergerak terbatas meninggalkan area oversold.
Pair kini berada di posisi 153,17 yang naik ke posisi 153.57, jika tembus lanjut ke resisten lanjutan di posisi R2.
Namun jika pair tidak sampai menembus 153.40, berpotensi balik berbalik turun menuju 152,57, jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 154.42 | 154.04 | 153.57 | 152.97 | 152.28 | 151.90 | 151.22 |



