(Vibiznews – Index) – Bursa saham Jepang memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya pada perdagangan hari Senin (16/2/2026) setelah laporan PDB Jepang kuartal IV-2025 di bawah ekspektasi.
Indeks Nikkei ditutup turun ke kisaran 56000 dan Topix semakin menjauh dari posisi rekor tertinggi sebelumnya.
Perekonomian di Jepang hanya tumbuh 0,1% secara kuartalan pada Q4-2025, pulih dari kontraksi 0,7% kuartal sebelumnya tetapi kurang dari perkiraan pertumbuhan 0,4%.
Perdana Menteri Sanae Takaichi baru-baru ini menegaskan kembali komitmennya untuk meningkatkan pertumbuhan melalui langkah-langkah fiskal proaktif setelah kemenangan telaknya dalam pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat pada 8 Februari.
Indeks harian Nikkei turun 0,24% dan ditutup pada 56.806, demikian untuk indeks Topix turun 0,82% menjadi 3.787.
Sementara itu untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Maret 2026 turun 0,16% pada posisi 56900.
Sektor keuangan memimpin penurunan, dengan kerugian yang signifikan pada saham Mitsubishi UFJ Financial Group (-3,1%), Mizuho Financial Group (-5,3%), dan Sumitomo Mitsui Financial Group (-3,4%).
Ada juga saham produsen alat kesehatan Olympus turun 12,9% setelah memangkas proyeksi pendapatan operasional untuk setahun penuh karena masalah keamanan produk yang terus berlanjut dan upaya pengurangan biaya.



