(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY alami tekanan pada awal perdagangan forex sesi Eropa hari Rabu (18/2/2026) meskipun neraca perdagangan Jepang dilaporkan optimis.
Yen membalikkan pergerakan kuat sesi sebelumnya meskipun ekspor melonjak pada bulan Januari dengan laju tercepat dalam lebih dari 3 tahun, didukung oleh permintaan yang kuat untuk chip terkait AI.
Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral Jepang (BoJ) mungkin akan melanjutkan jalurnya menuju normalisasi kebijakan.
Namun, PDB kuartal keempat yang lemah baru-baru ini, yang kurang dari perkiraan pasar dan nyaris lolos dari resesi teknis, telah meredam optimisme.
Sementara itu pelaku pasar memperkirakan bahwa kebijakan Perdana Menteri Sanae Takaichi dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, secara tidak langsung memperkuat strategi normalisasi bertahap BoJ.
Pasar memperkirakan potensi kenaikan suku bunga oleh BoJ pada bulan April. Sementara itu, IMF menegaskan kembali bahwa mereka tidak menargetkan level yen, mencatat bahwa nilai mata uang ditentukan oleh kekuatan pasar.
Secara teknikal pair USDJPY meluncur turun masuki area support dan menurut analyst Vibiz Research Center pair bergerak ke support lanjutan.
Pair kini berada di posisi 153,69 berbalik turun menuju 153,05, jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1.
Namun jika pair tidak turun menembus 153.20, berpotensi balik berbalik naik ke posisi 153.69, jika tembus lanjut ke resisten kuat di posisi R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 155.14 | 154.53 | 153.92 | 153.30 | 152.70 | 152.08 | 151.47 |



