(Vibiznews-Forex) – Posisi aussie dolar dalam pair AUDUSD rebound dari posisi terendah sepekan lebih pada perdagangan forex sesi Asia hari Kamis (19/2/2026) setelah rilis data ketenagakerjaan yang beragam dari Australia.
Biro Statistik Australia (ABS) melaporkan tingkat pengangguran Australia tetap stabil di 4,1% pada Januari, dibawah ekspektasi pasar sebesar 4,2%. Lapangan kerja hanya meningkat 17,8 ribu pada bulan Januari, lebih rendah dari 68,5 ribu pada bulan Desember.
Pair AUDUSD berada di bawah tekanan pada sesi sebelumnya karena dolar AS menguat setelah risalah rapat yang bernada hawkish dari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), yang kembali memicu spekulasi tentang potensi kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi.
Ausie dolar akan mendapat dukungan di tengah sentimen hati-hati seputar prospek kebijakan Bank Sentral Australia (RBA). Gubernur RBA Michele Bullock mengisyaratkan bahwa peningkatan inflasi yang kembali terjadi membuat bank sentral memiliki pilihan terbatas selain memperketat kebijakan lebih lanjut.
Secara teknikal pair melaju menuju posisi resisten kuat dan menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD berpotensi lanjut menuju resisten lemahnya.
Kini pair berada di 0.7060 yang naik ke posisi resisten kuat di 0.7075, dan jika tembus akan mendaki ke resisten lemahnya di R2.
Namun jika tidak tembus 0.7080, pair berbalik turun ke posisi 0.7034 dan jika tembus akan berlanjut ke posisi support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7130 | 0,7106 | 0,7075 | 0,7054 | 0,7022 | 0,7005 | 0,6968 |



