(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY semakin tertekan pada perdagangan forex sesi Asia hari Kamis (19/2/2026) setelah anjlok parah sebelumnya pasca rilis risalah pertemuan Fed terakhir yang hawkish.
Dolar AS melonjak setelah risalah dari pertemuan Fed terbaru menunjukkan beberapa peserta mendukung bahasa yang secara eksplisit akan membuka opsi untuk menaikkan suku bunga dana federal jika inflasi tetap di atas target.
Dari laporan ekonomi Jepang, data pesanan mesin pulih dengan kuat pada bulan Desember setelah penurunan pada bulan November. Investor juga terus mengevaluasi lintasan ekonomi Jepang, dengan PM Takaichi diperkirakan akan memprioritaskan pembahasan anggaran yang lebih cepat.
Pada saat yang sama, pasar semakin memperhitungkan potensi kenaikan suku bunga pada bulan April oleh BOJ, karena data tambahan yang akan dirilis sebelum itu dapat memberikan pembenaran yang cukup bagi para pembuat kebijakan untuk memperketat kebijakan.
Secara teknikal pair USDJPY mendaki dekati resisten kuat dan menurut analyst Vibiz Research Center pair masih konsolidasi di posisi penguatan sebelumnya.
Pair kini berada di posisi 154,84 dan naik ke posisi resisten kuat di 155.42, jika tembus lanjut ke resisten lemahnya di posisi R2.
Namun jika pair tidak menembus 155.20, berpotensi berbalik turun menuju 154,60, jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 157.24 | 156.03 | 155.42 | 154.22 | 153.60 | 152.42 | 151.78 |



