(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD Pound Sterling terpukul oleh memburuknya data pasar tenaga kerja Inggris pada perdagangan forex sesi Asia hari Kamis (19/2/2026).
Pengangguran di Inggris naik menjadi 5,2% pada kuartal keempat, pendapatan rata-rata melambat menjadi 4,2%, dan jumlah klaim pengangguran melonjak 28,6 ribu pada bulan Januari, memperkuat alasan untuk pemotongan suku bunga Bank of England (BoE) pada bulan Maret.
Selain itu juga dibayangi oleh rilis risalah pertemuan Fed terbaru yang hawkish hingga menekan pair cukup kuat sesi sebelumnya.
Sentimen hari ini akan dipengaruhi oleh rilis data klaim pengangguran AS serta Survei Manufaktur Fed Philadelphia dengan beberapa pembicara Fed.
Secara teknikal, pair berusaha rebound dan mendaki menuju posisi resisten harian dan analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair semakin tertekan jika tidak mampu tembus pivot.
Kini pair berada di posisi 1.3500 yang berusaha naik menuju 1.3520, jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di R1.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3532 akan berbalik arah dan turun menuju posisi 1.3457. Dan jika tembus akan lanjut turun menuju support lemahnya di S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3648 | 1,3615 | 1,3532 | 1.3520 | 1.3457 | 1.3424 | 1.3362 |



