(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro pada hari Kamis turun ke level terendah 3,5 minggu dan ditutup turun tertekan penguatan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun 0,07% pada 1.1774.
Euro tertekan penguatan dolar AS. Indeks dolar AS pada hari Kamis menguat ke level tertinggi 3,5 minggu dan ditutup naik terdukung penguatan data ekonomi.
Selain itu, data kepercayaan konsumen Zona Euro Februari yang lebih lemah dari perkiraan pada hari Kamis berdampak negatif bagi euro.
Indeks kepercayaan konsumen Zona Euro Februari naik +0,2 menjadi -12,2, lebih lemah dari perkiraan -12,0.
Euro juga memiliki dampak negatif dari hari Rabu, ketika Financial Times melaporkan bahwa Presiden ECB Christine Lagarde akan mengundurkan diri dari bank sentral sebelum masa jabatannya berakhir pada Oktober 2027.
Swap memperhitungkan peluang 1% penurunan suku bunga sebesar -25 bp oleh ECB pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 19 Maret.
Sore nanti akan dirilis data HCOB PMI Flash Februari Manufacturing, Services dan Composite untuk Jerman dan Zona Euro, yang diindikasikan meningkat.
Juga dari AS akan ada berbagai data ekonomi dan pernyataan pejabat Fed.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro bergerak turun jika penguatan dolar AS berlanjut. Namun jika data HCOB PMI Flash Februari Manufacturing, Services dan Composite untuk Jerman dan Zona Euro terealisir naik, akan menguatkan Euro. Juga akan mencermati rilis data ekonomi AS, yang jika terealisir naik dan menguatkan dolar AS, akan menekan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1741-1.1709. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1807-1.1841.



