(Vibiznews-Forex) – Posisi aussie dolar dalam pair AUDUSD anjlok ke posisi terendah dalam 2 pekan pada perdagangan forex sesi Asia hari Jumat (20/2/2026) oleh penguatan dolar AS dan buruknya data PMI Australia.
Data flash PMI periode bulan Februari melemah di semua sektor, menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat tetapi tekanan inflasi yang terus berlanjut. Data komposit, jasa, dan manufaktur semuanya melemah dari Januari, meskipun masih di atas 50 merupakan tanda ekspansi berkelanjutan.
Dolar AS menguat di tengah data ekonomi AS yang kuat dan sinyal hawkish dari Federal Reserve.
Sementara itu, kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Maret di Australia meningkat, menyusul data domestik yang lebih kuat dan sinyal yang lebih hawkish dari para pembuat kebijakan.
Pasar memberikan probabilitas 76% bahwa Bank Sentral Australia (RBA) akan menaikkan suku bunga acuannya pada bulan Mei, sementara kemungkinan kenaikan sedini bulan Maret telah meningkat menjadi sekitar 28%.
Secara teknikal pair meluncur menuju posisi support lemah dan menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD berpotensi lanjut menuju support lanjutan.
Kini pair berada di 0.7020 yang turun ke posisi 0.6995 dan jika tembus akan berlanjut ke posisi support lanjutan di S3.
Namun jika tidak tembus 0.6980, pair berbalik dan mendaki ke posisi tertinggi di 0.7016, dan jika tembus akan mendaki ke resisten kuatnya di R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7140 | 0,7110 | 0,7085 | 0,7054 | 0,7028 | 0,6995 | 0,6968 |



