(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY semakin tertekan di posisi terendah dalam 2 pekan pada perdagangan forex sesi Asia hari Rabu (25/2/2026) meski posisi dolar AS sedang melemah terhadap mayoritas rivalnya.
Yen yang sempat rebound pada pembukaan, berbalik arah ke zona negatifnya setelah laporan yang menyatakan keprihatinan Perdana Menteri Sanae Takaichi atas kenaikan suku bunga lebih lanjut dalam pertemuan pekan lalu dengan Gubernur Bank Sentral Jepang Kazuo Ueda.
Kepala BOJ menyatakan setelah pertemuan mereka pekan lalu bahwa Takaichi tidak mengajukan permintaan khusus selama diskusi mereka tentang perekonomian.
Sanae Takaichi dikenal karena pendiriannya yang pro-stimulus, mendukung kebijakan fiskal ekspansif dan pengaturan moneter yang lebih longgar.
Hal ini mengaburkan prospek kenaikan suku bunga BOJ di tengah spekulasi bahwa bank sentral dapat melanjutkan normalisasi kebijakan moneter akhir tahun ini.
Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa otoritas AS telah secara proaktif melakukan pengecekan suku bunga bulan lalu untuk mendukung yen dan siap untuk mengoordinasikan intervensi atas permintaan Jepang.
Upaya tersebut, yang dipimpin oleh Scott Bessent, mencerminkan kekhawatiran bahwa ketidakpastian politik menjelang pemilihan umum Jepang dapat mendestabilisasi pasar keuangan.
Secara teknikal pair USDJPY sedang bergerak menuju posisi resisten kuatnya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi koreksi.
Pair kini berada di posisi 156,03 dan sedang naik ke posisi 156.58, jika tembus mendaki ke resisten lemahnya di posisi R2.
Namun jika pair tidak menembus 156.30, berpotensi berbalik turun menuju 155,34, jika tembus lanjut ke support kuat di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 158.45 | 157.33 | 156.58 | 155.54 | 154.82 | 153.78 | 153.05 |



