(Vibiznews – Economy & Business) Presiden AS Donald Trump memanfaatkan panggung State of the Union 2026 untuk menegaskan narasi utama pemerintahannya: ekonomi Amerika Serikat tetap tangguh, inflasi terkendali, dan posisi global Washington semakin diperhitungkan. Dalam pidato yang berlangsung hampir satu jam dan tercatat sebagai yang terpanjang dalam sejarah State of the Union, Trump memadukan isu domestik dan geopolitik, dengan fokus besar pada keterjangkauan biaya hidup serta kepemimpinan AS di berbagai titik panas dunia.
Pidato ini datang pada momen yang sensitif secara politik yakni dengan pemilu sela yang tinggal kurang dari sembilan bulan. Sejumlah jajak pendapat menunjukkan penurunan dukungan terhadap Trump, terutama terkait persepsi publik atas kondisi ekonomi. Namun alih alih defensif, presiden memilih pendekatan ofensif dengan mengklaim berbagai capaian ekonomi dan menekankan stabilitas di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Ekonomi Jadi Sorotan Utama
Isu keterjangkauan menjadi poros utama pidato. Trump menyoroti penurunan tekanan harga pada sejumlah sektor, peningkatan investasi domestik, serta penciptaan lapangan kerja yang menurutnya menunjukkan fundamental ekonomi yang tetap kuat.
Langkah ini juga mencerminkan kalkulasi politik yang jelas. Partai Demokrat secara konsisten menggempur pemerintahan Trump dan anggota Partai Republik petahana atas isu biaya hidup, strategi yang terbukti efektif dalam pemilu sela 2025 setelah sebelumnya Partai Republik memanfaatkan isu serupa dalam pemilu 2024.
Sejumlah anggota Partai Republik memuji fokus presiden pada ekonomi rumah tangga. Senator John Kennedy dari Louisiana mengatakan bahwa Trump telah berbicara mengenai hal hal yang dikhawatirkan para orang tua ketika mereka berbaring di malam hari dan tidak bisa tidur. Ia menilai pesan tersebut relevan dengan kegelisahan kelas menengah.
Anggota DPR Don Bacon dari Nebraska, yang sebelumnya kerap berbeda pandangan dengan presiden terkait tarif dan kebijakan luar negeri, juga mengapresiasi pidato tersebut. Ia menyatakan bahwa satu jam dihabiskan untuk isu keterjangkauan dan itulah yang seharusnya menjadi fokus. Dukungan dari kalangan internal yang sebelumnya kritis memperkuat kesan bahwa Trump berupaya menyatukan kembali basis politiknya.
Tantangan Hukum dan Kebijakan
Meski demikian, konteks kebijakan yang melatarbelakangi pidato ini tidak sepenuhnya bebas dari tekanan. Beberapa hari sebelum State of the Union, Mahkamah Agung membatalkan kebijakan tarif yang selama ini menjadi salah satu pilar strategi ekonomi Trump. Keputusan tersebut berpotensi memaksa Gedung Putih merumuskan ulang pendekatan perdagangan dan industri dalam beberapa bulan mendatang.
Selain itu, presiden juga menunggu putusan Mahkamah Agung lainnya yang akan menentukan sejauh mana kewenangannya terhadap Federal Reserve. Isu ini penting bagi pelaku pasar, mengingat independensi bank sentral menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas inflasi dan suku bunga.
Trump juga menghadapi dinamika kebijakan luar negeri yang kompleks. Ia tengah mempertimbangkan opsi militer terhadap Iran, sembari mengelola kebuntuan penutupan Departemen Keamanan Dalam Negeri akibat kekhawatiran Demokrat terhadap potensi tindakan berlebihan aparat penegak hukum.
Namun dalam pidatonya, presiden memilih menampilkan gambaran kepemimpinan yang tegas dan terukur, menegaskan bahwa AS tetap menjadi aktor utama dalam stabilitas global.
Campuran Ekonomi, Diplomasi, dan Simbolisme
Pidato Trump tidak hanya berisi paparan kebijakan ekonomi dan luar negeri. Ia juga menyelipkan momen simbolik, termasuk penghormatan kepada para pahlawan militer dan penganugerahan Medal of Honor secara langsung di hadapan publik nasional dan internasional.
Anggota DPR Byron Donalds dari Florida menyebut pidato tersebut sebagai yang terbaik yang pernah ia hadiri sejak menjabat pada 2021. Menurutnya, pengakuan terhadap para pahlawan nasional menjadi pengingat atas tujuan pelayanan publik. Bagi sebagian kalangan, sentuhan emosional ini memperkuat pesan persatuan dan patriotisme di tengah polarisasi politik.
Respons Demokrat dan Kontras Politik
Di sisi lain, banyak anggota Partai Demokrat memilih untuk tidak menghadiri sesi tersebut. Bagi yang hadir, suasana digambarkan muram. Senator Richard Blumenthal dari Connecticut menyebut pidato Trump terputus dari realitas, sementara Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries dari New York menilai presiden menyemburkan kebohongan, propaganda, dan kebencian.
Sebagai bagian dari tradisi politik, Gubernur Virginia Abigail Spanberger menyampaikan tanggapan resmi Partai Demokrat setelah pidato berakhir, diikuti oleh Senator Alex Padilla dari California yang memberikan respons dalam bahasa Spanyol. Kedua tokoh tersebut menekankan isu keterjangkauan dan tata kelola pemerintahan sebagai titik kontras terhadap narasi Gedung Putih.
Sinyal bagi Pasar dan Investor
Bagi pelaku pasar, pidato ini memberikan sejumlah sinyal penting. Fokus pada stabilitas ekonomi domestik disertai klaim penguatan posisi global AS berpotensi memperkuat sentimen risiko jika diikuti kebijakan yang konsisten. Namun ketidakpastian hukum terkait tarif dan kewenangan terhadap Federal Reserve tetap menjadi variabel yang perlu diperhatikan.
Dalam jangka pendek, arah kebijakan perdagangan dan dinamika hubungan antara Gedung Putih dan bank sentral kemungkinan akan menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar obligasi dan ekuitas. Di sisi lain, pendekatan yang lebih terukur terhadap isu geopolitik dapat meredakan volatilitas jika diterjemahkan dalam langkah konkret.
Secara keseluruhan, State of the Union 2026 menjadi ajang bagi Trump untuk mereset narasi menjelang pemilu sela. Dengan menekankan ketahanan ekonomi, kepemimpinan global, dan isu keterjangkauan yang dekat dengan pemilih kelas menengah, presiden berupaya membangun momentum baru di tengah tekanan politik dan hukum.
Apakah strategi ini akan cukup untuk membalikkan tren jajak pendapat dan mempertahankan kendali Partai Republik di Washington akan sangat ditentukan oleh data ekonomi beberapa bulan ke depan serta respons pasar terhadap arah kebijakan yang diambil Gedung Putih.



