(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD tertekan merespon kalahnya Partai Buruh Inggris dalam pemilihan distrik khusus pada perdagangan forex Eropa hari Jumat (27/2/2026) di tengah pergerakan lemah dolar AS.
Kekalahan Partai Buruh Inggris memicu kekhawatiran baru atas kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer. Partai Buruh kehilangan Gorton dan Denton, dekat Manchester, kursi yang sebelumnya mereka kuasai dengan mudah dalam pemilihan umum 2024, dengan Partai Hijau meraih posisi pertama dan Partai Buruh berada di posisi ketiga di belakang Reform UK.
Hasil ini meningkatkan ketidakpastian atas posisi Starmer dan Menteri Keuangan Rachel Reeves, di tengah kekhawatiran bahwa mereka dapat digantikan oleh menteri yang mendukung peningkatan pengeluaran fiskal, yang selanjutnya akan semakin memperburuk keuangan publik Inggris.
Sementara itu, Indeks Kepercayaan Konsumen GfK Inggris turun secara tak terduga pada bulan Februari karena meningkatnya pengangguran membebani sentimen.
Secara fundamental, posisi poundsterling dibebani proyeksi penurunan suku bunga dari Bank of England setelah rilis data ketenagakerjaan yang lebih lemah dan terus menyusutnya tekanan inflasi.
Secara teknikal, pair konsolidasi dengan bias positif dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi bergerak menuju resisten kuatnya.
Kini pair berada di posisi 1.3475 yang turun menuju posisi 1.3460. Dan jika tembus akan lanjut turun menuju support kuatnya di S1.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3440 akan berbalik arah dan berusaha melaju menuju 1.3507, jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3684 | 1,3630 | 1,3544 | 1.3498 | 1.3423 | 1.3370 | 1.3292 |



