Rekomendasi Forex EUR/USD 2 Maret 2026 : Mencermati Pergerakan Dolar AS dan Data Manufaktur

113

(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir naik pada hari Jumat terbantu pelemahan dolar AS.

Pasangan mata uang EUR/USD berakhir naik 0,16% pada 1.1817.

Euro bergerak lebih tinggi setelah pelemahan dolar AS.

Namun kenaikan Euro terbatas setelah laporan CPI Jerman Februari yang lebih lemah dari perkiraan pada hari Jumat berdampak dovish bagi kebijakan ECB dan negatif bagi euro.
Laporan ekspektasi CPI ECB Januari pada hari Jumat menunjukkan hasil yang beragam bagi euro.

Ekspektasi CPI ECB 1 tahun untuk zona euro pada bulan Januari turun menjadi 2,6%, lebih lemah dari ekspektasi 2,7%. Ekspektasi CPI 2 tahun untuk bulan Januari tidak berubah dari Desember di angka 2,6%, lebih kuat dari ekspektasi 2,5%.

CPI Jerman Februari (harmonisasi Uni Eropa) naik +0,4% m/m dan +2,0% y/y, lebih lemah dari ekspektasi +0,5% m/m dan +2,1% y/y.

Swap memperkirakan peluang 4% penurunan suku bunga sebesar -25 bp oleh ECB pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 19 Maret.

Sore ini akan dirilis data HCOB Manufacturing PMI Final Februari Zona Euro dan negara-negara Eropa, yang diindikasikan meningkat.

Juga akan ada pernyataan pejabat ECB Elderson dan Presiden ECB Lagarde.

Pasar juga akan mencermati perkembangan ketegangan geopolitik setelah terjadi perang Israel-AS menghadapi Iran di akhir pekan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro akan mencermati pergerakan dolar AS, dimana jika dolar AS menguat setelah perang Israel-As vs Iran berlangsung, akan menekan Euro. Namun jika data HCOB Manufacturing PMI Final Februari Zona Euro dan negara-negara Eropa terealisir meningkat, akan menguatkan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1795-1.1773. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1833-1.1849.