(Vibiznews – Index) – Ketegangan perang di Timur Tengah mempengaruhi sentimen perdagangan saham global dan juga bursa Jepang pada hari Senin (2/3/2026).
Indeks harian Nikkei dan Topix ditutup mundur dari posisi rekor tertinggi akibat berbaliknya selera investor memburu aset safe haven sekalipun posisi yen Jepang sedang melemah.
Serangan militer AS dan Israel terhadap Iran yang mengakibatkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei serta penutupan Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas.
Kerugian saham Jepang juga dipengaruhi beban anjloknya saham di Wall Street akhir pekan lalu karena mempertimbangkan apakah adopsi AI yang cepat dapat menggantikan penyedia perangkat lunak tradisional.
Indeks harian Nikkei turun 1,35% dan ditutup pada 58.057, demikian untuk indeks Topix turun 1,02% menjadi 3.898,42.
Sementara itu untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Maret 2026 anjlok 1,86% pada posisi 58000.
Secara sektoral, kerugian tajam terlihat pada saham-saham unggulan seperti Mitsubishi UFJ (-5%), Advantest (-3,9%), SoftBank Group (-1,1%), dan Nintendo (-2,8%)



