(Vibiznews – Bonds) Imbal hasil Treasury AS naik pada hari Senin setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir pekan lalu.
Lonjakan harga minyak juga meningkatkan kekhawatiran inflasi, yang membantu mendorong imbal hasil lebih tinggi.
Imbal hasil Treasury AS jangka 10 tahun naik lebih dari 3 basis poin menjadi 3,99%.
Imbal hasil Treasury AS jangka 2 tahun naik lebih dari 6 basis poin menjadi 3,442%.
Serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Iran telah melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan AS di wilayah Timur Tengah.
Konflik geopolitik biasanya akan menyebabkan harga obligasi pemerintah naik dan imbal hasil turun, tetapi tampaknya kekhawatiran tentang dampak kenaikan harga minyak terhadap inflasi dan potensi konflik berkepanjangan dengan AS mengalahkan permintaan aset safe haven.
Harga minyak mentah WTI terakhir naik sekitar 8% menjadi di atas $72 per barel.
Aset safe haven lainnya seperti emas juga naik.
Malam ini akan dirilis data ISM Manufacturing PMI Februari AS yang diindikasikan menurun.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, imbal hasil Treasury AS dapat bergerak naik merespon ketegangan militer di Timur Tengah. Namun jika data ISM Manufacturing PMI Februari AS terealisir menurun, dapat menekan imbal hasil Treasury AS.



