(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro pada hari Senin turun terendah dalam 5 minggu dan ditutup melemah tertekan penguatan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun 1,08% pada 1.1689.
Penguatan dolar AS pada hari Senin menekan Euro.
Selain itu, Euro tertekan pelemahan data ekonomi, setelah penjualan ritel Jerman pada bulan Januari turun paling banyak dalam 19 bulan berdampak negatif bagi Euro.
Penjualan ritel Jerman pada bulan Januari turun -0,9% m/m, lebih lemah dari ekspektasi yang diperkirakan tidak berubah m/m dan merupakan penurunan terbesar dalam 19 bulan.
Selanjutnya, lonjakan harga gas alam Eropa sebesar 39% pada hari Senin ke level tertinggi dalam 1 tahun mengancam akan memperlambat pertumbuhan ekonomi dan memicu inflasi di Zona Euro, faktor negatif bagi Euro.
Swap memperhitungkan peluang 1% penurunan suku bunga sebesar -25 basis poin oleh ECB pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 19 Maret.
Sore nanti akan dirilis data Inflasi dan Inflasi Inti Februari Zona Euro yang diindikasikan stabil.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika bergerak turun, akan menguatkan Euro. Juga jika Inflasi dan Inflasi Inti Februari Zona Euro terealisir stabil dan naik, akan menguatkan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1642-1.1595. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1766-1.1843.



