(Vibiznews – Index) – Aksi jual saham yang cukup besar sebelumnya di bursa Wall Street terus berlanjut hingga perdagangan yang berakhir Rabu dinihari (4/3/2026) dimana tidak ada indeks yang bertahan positif.
Dow Jones yang sebelumnya bertahan di zona positif tertekan kuat hingga turun ke posisi terendah dalam 3 bulan menyusul 2 indeks utama lainnya, anjlok 0,8% menjadi 48.502,27. Nasdaq merosot 1,0% menjadi 22.516,69 dan S&P 500 merosot 0,9% menjadi 6.816,63.
Penurunan harga saham yang cukup tajam di Wall Street terjadi di tengah kekhawatiran tentang dampak dari konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Masuki hari keempat, Presiden AS Donald Trump menyatakan perang mungkin berlangsung empat hingga lima minggu tetapi bisa berlangsung jauh lebih lama dari itu.
Selain itu harga minyak mentah terus melonjak sebagai respons terhadap konflik tersebut, meningkatkan kekhawatiran bahwa lonjakan harga akan menyebabkan inflasi yang lebih tinggi.
Lonjakan harga minyak yang berkepanjangan terjadi di tengah berita bahwa Iran telah menutup Selat Hormuz sebagai pembalasan atas serangan AS dan Israel dan mengancam akan menembak kapal mana pun yang mencoba melewati jalur vital tersebut.
Secara sektoral, saham emas yang memimpin pelemahan dengan NYSE Arca Gold Bugs Index anjlok sebesar 8%.
Pelemahan yang signifikan juga tetap terlihat di antara saham semikonduktor dengan Philadelphia Semiconductor Index anjlok 4,6%.
Saham baja, perangkat keras komputer, jaringan, dan jasa perminyakan juga mengalami pelemahan yang cukup besar, sementara itu saham perangkat lunak melawan tren penurunan.



