(Vibiznews-Forex) – Aussie dolar dalam pair AUDUSD memperpanjang pelemahannya untuk sesi kedua berturut-turut pada perdagangan forex sesi Asia hari Rabu (4/3/2026) merespon rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Australia di tengah masih kuatnya sentimen aset safa haven.
Data dari Biro Statistik Australia (ABS) menunjukkan bahwa ekonomi tumbuh 0,8% secara kuartalan (QoQ) pada kuartal keempat tahun 2025, meningkat dari 0,5% pada kuartal ketiga dan melebihi ekspektasi pasar sebesar 0,6%. Secara tahunan, PDB kuartal keempat naik 2,6%, naik dari 2,1% pada kuartal sebelumnya dan di atas perkiraan konsensus 2,2%.
Data ekonomi sebelumnya menunjukkan bahwa indeks PMI sektor Jasa Australia dari S&P Global turun menjadi 52,8 pada bulan Februari dari 56,3 pada bulan Januari, kemudian data PMI Komposit turun menjadi 52,4 dari 55,7.
Perdagangan safe haven semkin meningkat sejalan dengan eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, telah menambah kekhawatiran inflasi, mendorong pasar untuk mengurangi taruhan pada pelonggaran kebijakan jangka pendek.
Sehingga pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tidak berubah hingga musim panas, dan mengangkat posisi dolar AS.
Secara teknikal pair melaju mendekati posisi resisten kuat hariannya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD kondolidasi di area resistennya.
Kini pair berada di 0.6985 yang turun menuju posisi support kuat di 0.6944 dan jika tembus lanjut ke S2.
Namun jika tidak tembus 0.6960, pair berbalik naik ke posisi 0.7044 dan jika tembus akan berlanjut ke posisi resisten kuatnya di R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7302 | 0,7212 | 0,7122 | 0,7035 | 0,6944 | 0,6854 | 0,6768 |



