Wall Street Kehilangan Momentum Karena Berita Iran Pasang Ranjau di Selat Hormuz

135

(Vibiznews – Index) – Saham-saham di bursa Wall Street alami pergolakan setelah cetak kekuatan yang solid sebelumnya pada perdagangan yang berakhir Rabu dinihari (11/2/2026).

Diakhir perdagangan semalam tidak semua indeks utama yang bertahan di zona positif meski awal sesi sempat bergerak naik. Indeks Nasdaq naik tipis 0,01% menjadi 22.697,10, Dow Jones turun 0,1% menjadi 47.706,51 dan S&P 500 turun 0,2% menjadi 6.781,48.

Saham di bursa Wall Street kehilangan momentum  karena investor mempertimbangkan memudarnya harapan akan berakhirnya perang AS-Israel di Iran lebih cepat dari yang diperkirakan, di tengah ancaman militer yang diperbarui dan kekhawatiran berkelanjutan tentang stagflasi ekonomi.

Dow Jones mengikuti jejak S&P 500 di wilayah negatif, sementara Nasdaq mencatatkan kenaikan nominal karena Presiden AS Donald Trump bereaksi terhadap laporan bahwa Iran memasang ranjau di Selat Hormuz dengan ancaman pembalasan.

Secara sektoral, saham teknologi memberikan penyangga untuk positifnya Nasdaq oleh saham Micron melonjak 3,5% dan Intel bertambah 2,6% setelah data penjualan yang kuat dari TSMC.

Sebaliknya, saham kontraktor pertahanan menghadapi tekanan dengan Lockheed Martin turun 1,9% di tengah sinyal diplomatik.