(Vibiznews-Forex) – Laju poundsterling dalam pair GBPUSD sejak pekan lalu masih fluktuatif dengan melanjutkan pelemahan jelang akhir perdagangan forex Asia hari Senin (23/3/2026) di tengah penguatan dolar AS.
Poundsterling tertekan oleh penguatan dolar AS akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak mentah Brent di atas $100 per barel.
Lihat: Harga Minyak Brent 23 Maret Terus Mendaki Diatas $100 Merespon Ultimatum Trump
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran stagflasi untuk Inggris dan menekan poundsterling terhadap dolar AS.
Pekan lalu Bank of England (BoE) mempertahankan suku bunga tetap di 3,75% seperti yang diperkirakan. Gubernur Bank of England (BoE), Andrew Bailey, mengatakan bahwa konflik di Timur Tengah akan menyebabkan guncangan terhadap perekonomian yang akan mendorong inflasi dalam jangka pendek.
Secara teknikal, pair berusaha mendaki meninggalkan posisi supportnya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair dalam momentum bearish terbatas.
Kini pair berada di posisi 1.3322 yang sedang mendaki menuju 1.3360, jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di R1.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3343 akan berbalik arah dan turun menuju posisi 1.3299, jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3566 | 1,3504 | 1,3422 | 1.3360 | 1.3278 | 1.3216 | 1.3134 |



