(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Rabu siang ini (25/3), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau menguat cukup signifikan, menambah gain dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia merangkak naik setelah menguat terbatas di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini menguat 0,50% atau 85 poin ke level Rp 16.895 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.980 –sebelum libur. Rupiah terpantau rebound signifikan ke sekitar 1,5 minggu terkuatnya, setelah bearish pekan lalu serta sempat bergerak fluktuatif di pasar NDF di luar negeri saat libur panjang.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 16.978 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp16.978, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 16.895.
Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah menguat terbatas di sesi global sebelumnya; berupaya bangkit dari sekitar 2 minggu terendahnya, di tengah belum pastinya akhir perang setelah perintah Trump menunda serangan ke infrastruktur energi Iran selama 5 hari serta di tengah berjalannya negosiasi.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini naik ke 99,31, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 99,18.
Sementara itu, IHSG Rabu di akhir sesi pertama menguat signifikan 92,358 poin (1,30%) ke level 7.199,197, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya bias menguat dipimpin Kospi di tengah negosiasi perang Iran yang sedang berlangsung yang mengindikasikan de-eskalasi perang dan mengangkat sentimen positif di bursa regional, serta mencermati Wall Street yang berakhir dalam koreksi agak terbatas.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Asia beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.020 – Rp16.856.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



