Euro Akhir Pekan Berakhir Turun Tertekan Penguatan Dolar AS

84

(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir turun pada akhir pekan hari Jumat tertekan penguatan dolar AS.

Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun 0,18% pada 1.1508.

Euro berakhir melemah karena penguatan dolar.

Selain itu, ekspektasi inflasi ECB untuk bulan Februari secara tak terduga menurun, faktor dovish bagi kebijakan ECB yang berdampak negatif bagi Euro.

Ekspektasi CPI 1 tahun ECB untuk bulan Februari secara tak terduga menurun ke level terendah 16 bulan sebesar 2,5% dari 2,6% pada Januari, lebih lemah dari ekspektasi kenaikan menjadi 2,8%. Ekspektasi CPI 3 tahun ECB untuk Februari secara tak terduga turun menjadi 2,5% dari 2,6% pada Januari, lebih lemah dari ekspektasi kenaikan menjadi 2,7%.

Pelemahan Euro juga terjadi akibat kenaikan harga minyak mentah sebesar +5% pada hari Jumat berdampak negatif bagi Euro dan ekonomi Zona Euro, karena Eropa mengimpor sebagian besar energinya.

Namun pelemahan Euro terbatas setelah komentar hawkish dari anggota Dewan Gubernur ECB Pierre Wunsch, yang mengatakan ia tidak dapat mengesampingkan kemungkinan kenaikan suku bunga ECB pada bulan April.

Anggota Dewan Gubernur ECB Pierre Wunsch mengatakan, “kenaikan suku bunga ECB pada April bukanlah hal yang mustahil” jika ada bukti kuat bahwa perang Iran akan berlangsung lama dan menyebabkan inflasi yang lebih tinggi.

Swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga +25 bp oleh ECB sebesar 52% pada pertemuan kebijakan 30 April.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya di awal pekan mendatang, mata uang Euro akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika berlanjut menguat, akan menekan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1491-1.1473. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1537-1.1565.